BANDUNG BARAT — Institusi Pendidikan Tinggi INDAF menggelar Seminar Internasional bertajuk “Pendidikan Tinggi dan Kolaborasi Akademik Global” pada Kamis, 9 Juli 2026. Acara yang berlangsung secara hibrid—berpusat di Aula INDAF Lt. 1, Jalan Raya Cihampelas No. 12, Bandung Barat, serta disiarkan secara langsung via Zoom—mengusung tema “Exploring Contemporary Perspectives on Education, Human Development, Leadership, Innovation, and International Academic Engagement.”
Seminar ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) serta didukung oleh Diktis Kemenag RI sebagai langkah strategis untuk memperkuat jaringan akademik dan mendorong kolaborasi riset internasional.
Penyampaian Tokoh dan Pembicara
Opening Speech
-
Dr. H. Abdul Mun’im Amaly, M.Pd (Opening Speech)
“Melalui kolaborasi internasional ini, kita ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada ruang lingkup lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberi dampak nyata di tingkat global. Sinergi antara INDAF, UUM, dan Diktis Kemenag menjadi momentum penting untuk membuka peluang akademis yang lebih luas bagi dosen maupun mahasiswa.”
Keynote Speaker
-
Dr. Komarudin, M.Pd (Keynote Speaker)
“Pendidikan tinggi saat ini dihadapkan pada tantangan inovasi dan kepemimpinan global. Kolaborasi lintas negara bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan ekosistem akademik yang responsif terhadap perkembangan zaman dan pembangunan sumber daya manusia.”
Plenary Speakers
Acara dilanjutkan dengan paparan dari para Plenary Speakers yang membagikan perspektif kontemporer mengenai pendidikan dan pengembangan kepemimpinan:
-
Prof. Dr. Md. Zawawi Abu Bakar (Dekan, School of Education / SOE UUM)
“Inovasi dalam pendidikan harus berakar pada pengembangan manusia secara holistik. Kerja sama akademis antarnegara memungkinkan kita untuk saling berbagi pengalaman terbaik dalam mencetak pendidik yang berwawasan internasional.”
-
Prof. Dr. Mohamad Khairi Haji Othman (Dekan, Awang Had Salleh Graduate School / AHSGS UUM)
“Program pascasarjana dan riset kolaboratif merupakan kunci utama dalam mendorong pertukaran pengetahuan. Melalui sinergi ini, kita membuka ruang bagi penelitian bersama yang relevan dengan tantangan global.”
-
Dr. Zulfahmi (Dosen Internasional, Islamic Business School / IBS UUM)
“Integrasi antara bisnis, pendidikan, dan nilai-nilai Islam menjadi kekuatan penting dalam membangun kepemimpinan kontemporer yang beretika dan berdaya saing di kancah internasional.”
-
Dr. Lutfi (Dosen Internasional, School of Education / SOE UUM)
“Keterlibatan akademik internasional (international academic engagement) memberikan peluang besar bagi civitas akademika untuk memperluas cakrawala, memperkuat metodologi pengajaran, serta membangun jaringan profesional global.”