BANDUNG BARAT, CIHAMPELAS — Institut Darul Falah (INDAF) Bandung Barat menggelar kegiatan Kuliah Umum & Dialog Kebijakan Pendidikan Islam pada Jumat, 10 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Aula PP Darul Falah Cihampelas tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI), Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., jajaran pengurus yayasan, civitas akademika Institut Darul Falah, serta ratusan mahasiswa dan masyarakat umum yang antusias menyimak arah kebijakan nasional pendidikan Islam.
Sambutan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., memberikan kata pembuka sekaligus pengantar yang mengapresiasi kolaborasi strategis antarperguruan tinggi Islam di Jawa Barat.
“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kehadiran kita di sini hari ini adalah sebuah wujud nyata komitmen bersama dalam mengawal mutu pendidikan Islam di bawah koordinasi Kementerian Agama. Kami di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Institut Darul Falah Bandung Barat yang telah menghadirkan Dirjen Pendis secara langsung. Semoga forum ini menjadi jembatan penguatan mutu akademik, akselerasi mutu kelembagaan, serta wadah sinergi yang kuat bagi kemajuan perguruan tinggi Islam swasta maupun negeri ke depannya,” ujar Prof. Rosihon Anwar.
Sambutan Ketua Yayasan Darul Falah
Ketua Yayasan Darul Falah, H. Abdurrahman Fuady, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para tokoh penting pendidikan Islam di kampus Cihampelas.
“Kehadiran Bapak Dirjen Pendis serta Bapak Rektor UIN SGD Bandung di tengah-tengah kita hari ini merupakan kebanggaan sekaligus dorongan motivasi yang luar biasa bagi keluarga besar Yayasan Darul Falah. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan Islam yang moderat, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman. Semoga acara ini memberikan pencerahan bagi pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan,” ujar H. Abdurrahman Fuady.
Sambutan Rektor Institut Darul Falah
Sementara itu, Rektor Institut Darul Falah Bandung Barat, Dr. H. Abdul Mun’im Amaly, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi dan bimbingan dari para pimpinan perguruan tinggi senior serta pemangku kebijakan nasional.
“Kuliah umum ini merupakan momentum emas bagi mahasiswa dan dosen Institut Darul Falah untuk menyerap ilmu, visi besar, dan regulasi terbaru dari Kementerian Agama RI, serta dukungan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai universitas induk pembina. Sebagai lembaga pendidikan tinggi di Bandung Barat, kami siap beradaptasi dan berkontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia,” tutur Dr. H. Abdul Mun’im Amaly.
Pemaparan Narasumber: Dirjen Pendis Kemenag RI
Sebagai pemateri utama, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag. menyampaikan paparan komprehensif mengenai strategi transformasi pendidikan Islam, digitalisasi tata kelola kampus, hingga pentingnya peningkatan mutu kelembagaan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
“Pendidikan Islam harus menjadi garda terdepan dalam merespons tantangan global. Lembaga pendidikan Islam seperti Institut Darul Falah, dengan dukungan sinergi bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memiliki peran strategis untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter moderasi beragama yang kuat dan siap bersaing di era digital,” tegas Prof. Amien Suyitno di hadapan para peserta.
Sesi Dialog dan Penutup
Acara dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif. Para peserta, mulai dari dosen hingga mahasiswa, memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai isu strategis, seperti pengembangan kurikulum, peluang kolaborasi riset, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi Islam.
Melalui kegiatan ini, Institut Darul Falah Bandung Barat berharap dapat terus memperluas wawasan akademis civitas akademika serta memperkuat posisinya sebagai kampus Islam yang terdepan di Kabupaten Bandung Barat.