Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berada di bawah naungan Fakultas Tarbiyah Institut Darul Falah (INDAF) Bandung Barat turut memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) dengan meneguhkan peran strategis pendidikan Islam dalam mengawal kemerdekaan bangsa menuju peradaban yang bermartabat, sejalan dengan tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”
Momentum satu abad Nahdlatul Ulama menjadi refleksi historis sekaligus pijakan strategis bagi dunia pendidikan tinggi Islam, khususnya di lingkungan Fakultas Tarbiyah Institut Darul Falah Bandung Barat. Sebagai fakultas yang menaungi Prodi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah berkomitmen memperkuat peran akademik dalam melahirkan pendidik profesional yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan wawasan kebangsaan.
Dekan Fakultas Tarbiyah INDAF, Bapak Murharyana, M.Pd., dalam pernyataannya menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Harlah ke-100 NU sekaligus menegaskan peran strategis civitas akademika dalam membangun peradaban bangsa.
“Atas nama pimpinan Fakultas Tarbiyah Institut Darul Falah Bandung Barat, kami mengucapkan Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Semoga NU senantiasa menjadi pilar penyangga keutuhan NKRI dan penggerak peradaban Islam yang moderat. Fakultas Tarbiyah berkomitmen terus melahirkan pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan kebangsaan dalam mengawal Indonesia Merdeka menuju peradaban yang mulia,” ujar Murharyana, M.Pd.
Sejalan dengan semangat tersebut, Prodi S1 Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah INDAF juga memasuki periode kepemimpinan baru tahun 2026–2030. Jabatan Ketua Program Studi (Kaprodi) diemban oleh Deden Hilmansah, M.Pd., dengan Hadi Ahmad Bukhori, M.Pd. sebagai Sekretaris Program Studi (Sekprodi).
Kaprodi S1 PAI, Deden Hilmansah, M.Pd., menegaskan bahwa peringatan satu abad NU menjadi momentum penguatan tata kelola akademik dan pengembangan kurikulum berbasis moderasi beragama. Menurutnya, Prodi PAI akan terus mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.
Sementara itu, Sekprodi S1 PAI, Hadi Ahmad Bukhori, M.Pd., menyampaikan bahwa nilai perjuangan ulama NU harus terus diinternalisasikan dalam proses pembelajaran. Hal ini penting agar mahasiswa Prodi PAI tidak hanya kompeten sebagai calon pendidik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, etika sosial, dan komitmen kebangsaan.
Melalui peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama ini, Fakultas Tarbiyah dan Prodi S1 Pendidikan Agama Islam INDAF Bandung Barat berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat harmoni sosial, serta mewujudkan pendidikan Islam yang berorientasi pada kemajuan peradaban bangsa.